EsiaPoker.id - Selain menyebabkan penyakit tidak menular, kebiasaan merokok juga bisa memicu TBC (Tuberculosis). Meski penyebab TBC adalah kuman, tapi perokok akan mudah tertular apalagi kalau sudah mengalami batuk yang berkepanjangan.
"Orang perokok sering batuk, kadang-kadang batuk dan TBC juga sering batuk, jadi dia biasa saja. Kalau batuk, yang keluar bukan seribu kuman tetapi sejuta kuman. Kalau dia bersarang di tempat lembab, jauh dari paparan matahari, begitu dihirup manusia maka akan menular," kata Direktur Kesehatan Ditjen Kekuatan Pertahanan, Kementerian Pertahanan, Arie Zakaria, saat dijumpai di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Selasa (19/3/2019).
Sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh International Union Againts TBC and Lung Disease menyebutkan mereka yang merokok 3-4 kali lebih sering positif terinfeksi TBC dari pada yang tidak merokok. WHO juga menyatakan 20 persen kasus TBC di dunia disebabkan karena merokok.
Racun yang ada dalam rokok dapat merusak sistem imun dan menurunkan daya tahan tubuh, sehingga kuman TBC akan mudah menyerang. Perokok jarang memeriksakan diri karena menganggan batuk adalah hal yang wajar. Terkadang baru merasa panik ketika mengalami batuk darah.
Tidak semua orang dengan TBC itu batuk darah, batuk darah itu kalau sudah parah," pungkasnya.
Banyak orang yang sudah tertular kuman tuberkulosis (TB), tetapi tidak sakit. Hal itu terjadi karena kuman TB hanya "tidur" di dalam tubuh atau dikenal dengan TB laten. Jika daya tahan tubuh seseorang menurun, kuman TB dapat bangkit sehingga membuat seseorang sakit TB. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama mengatakan, salah satu hal yang bisa membangkitkan kuman TB adalah merokok.
Sebanyak 20 persen TB berhubungan dengan rokok. Perokok dua sampai tiga kali lebih sering sakit kalau sudah TB laten. Menurut penelitian, orang perokok TB jadi lebih sering kambuh," kata Tjandra beberapa waktu lalu di Jakarta. Guru Besar Ilmu Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan, perokok pun lebih rentan tertular TB. Ia menjelaskan, racun-racun dalam asap rokok dapat merusak paru-paru manusia dan menurunkan daya tahan tubuh.
Akibatnya, tubuh tak dapat menangkal kuman TB dan mengaktifkan kuman TB laten. Pasien TB pun harus berhenti merokok. Jika tidak, TB akan sulit disembuhkan atau menjadi penyakit yang lebih parah. "Kalau merokok, pengobatannya jadi lebih lama. Jika setelah sembuh lalu kembali merokok, ya bisa kambuh lagi," ujar Tjandra. Menurut Tjandra, masalah rokok penting ditanyakan kepada pasien TB. Dokter harus menanyakan apakah pasien TB memiliki kebiasaan merokok.
Dokter kemudian akan meminta pasien untuk berhenti merokok. Bahkan, dokter bisa membantu pasien melakukan langkah-langkah untuk berhenti merokok. Setelah sembuh, pasien TB perokok pun sebaiknya dikontrol agar tidak kembali merokok. Untuk mengobati penyakit ini, pasien TB harus rutin minum obat selama 6 bulan. Jika tidak patuh minum obat atau berhenti di tengah jalan, pasien bisa menjadi kebal dengan obat atau multidrug resistance (MDR) TB. Pengobatan akan menjadi lebih lama, yakni 1,5 hingga 2 tahun.
ADS HERE !!!